Terapi Komplementer Keperawatan (Keripik Belimbing) Untuk Perawatan Tekanan Darah Di Wilayah Pertanian Daerah Jember

Authors

  • Kushariyadi Kushariyadi Universitas Jember
  • Murtaqib Murtaqib Universitas Jember
  • Didik Pudji Restanto Universitas Jember
  • Arnis Budi Susanto Universitas Jember

DOI:

https://doi.org/10.33086/snpm.v2i1.1004

Keywords:

keripik belimbing, tekanan darah, terapi komplementer keperawatan

Abstract

Permasalahan yang ada di mitra Desa Rowosari yaitu banyak tanaman belimbing yang tumbuh di tiap lahan pekarangan masyarakat yang buahnya masih belum dioptimalkan secara maksimal. Belimbing masih menjadi buah biasa untuk dikonsumsi oleh masyarakat mulai dari usia anak-anak sampai dengan lansia. Masyarakat masih belum banyak mengetahui manfaat buah belimbing terutama untuk kesehatan. Belimbing masih belum dikreasikan menjadi produk olahan yang berkualitas dan bermanfaat secara maksimal terutama terhadap kesehatan yaitu untuk menurunkan tekanan darah terutama pada masyarakat lansia. Desa Rowosari merupakan daerah agraris dan masyarakatnya bekerja sebagai petani karena secara geografis terletak di dataran tinggi. Pekerjaan petani dilakukan oleh laki-laki dan perempuan untuk mendukung keadaan ekonomi, sehingga pendapatan yang diperoleh masih terbatas. Pemberdayaan terhadap perempuan di Desa Rowosari masih belum ada. Banyak masyarakat petani perempuan setelah selesai bekerja di sawah tidak melakukan aktivitas lain yang dapat menunjang tambahan penghasilan perekonomian. Metode yang digunakan focus group discussion (FGD). Hasil pengabdian meliputi pembentukan kelompok social peduli hipertensi; penyuluhan tentang hipertensi, pelatihan pengembangan ekonomi lokal desa (membuat keripik belimbing), kesehatan, lingkungan dan pemberdayaan perempuan; pendampingan kelompok perempuan sebagai kelompok utama dalam menyelesaikan masalah mitra; evaluasi program dan keberlanjutannya. Kesimpulan yaitu terbentuknya peningkatan peran serta masyarakat dalam mengatasi hipertensi, terbentuknya kepedulian masyarakat dalam pelayanan social.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Andersen, K.K., & Olsen, T.S. 2015. The obesity paradox in stroke: lower mortal- ity and lower risk of readmission for recurrent stroke in obese stroke patients. Int J Stroke. 2015.10:99–104.

Bappeda.jemberkab.go.id. Profil Kabupaten Jember 2017. Profil hasil pembangunan Kabupaten Jember tahun 2017. http://bappeda.jemberkab.go.id/ 2017.

Dourman, K. 2013. Waspadai stroke usia muda. Jakarta : cerdas sehat.

Kementerian kesehatan RI. 2011. 8 dari 1000 orang di Indonesia terkena stroke. Jakarta: pusat komunikasi publik secretariat jenderal kementerian kesehatan RI.

Lanny, S. 2013. Guideline stroke tahun 2011. Perdossi. Jakarta.

Mogensen, U.B., Olsen, T.S., Andersen, K.K., & Gerds, T.A. 2013. Cause-specific mor- tality after stroke: relation to age, sex, stroke severity, and risk factors in a 10-year follow-up study. J Stroke Cerebrovasc Dis. 22:e59–e65. doi: 10.1016/j.jstrokecerebrovasdis. 2013. 2012.04.006.

WHO. 2013. Profil kesehatan Indonesia tahun 2013. In Indonesia KKR. Editor. Jakarta : Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

WHO. 2015. Riset kesehatan dasar (RISKESDAS). editor Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Downloads

Published

2022-11-28

How to Cite

Kushariyadi, K., Murtaqib , M. ., Restanto, D. P. ., & Susanto, A. B. . (2022). Terapi Komplementer Keperawatan (Keripik Belimbing) Untuk Perawatan Tekanan Darah Di Wilayah Pertanian Daerah Jember. PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT, 2(1), 524–535. https://doi.org/10.33086/snpm.v2i1.1004