Perintisan Budidaya Lebah Madu Klanceng Sebagai Upaya Mendukung Pengembangan Wisata Kampung Kelengkeng Desa Simoketawang Kabupaten Sidoarjo

Authors

  • Asmungi Asmungi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Indonesia
  • Gita Ardila Anggraeni Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Indonesia
  • Dea Nabilah Idraki Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Indonesia
  • Hanafi Hanafi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Indonesia
  • Mohamad Dawud Afriansyah Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Indonesia
  • Billy Krisna Agusta Aryawirya Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33086/snpm.v2i1.994

Keywords:

wisata kampung kelengkeng, pelatihan, budidaya klanceng, matching fund

Abstract

Membangun destinasi Wisata Kampung Kelengkeng sudah menjadi tekat bagi pemeritah Desa Simoketawang untuk menjadikan desanya tetap menjadi desa mandiri. Melalui hibah pemerintah matching fund, Prodi Arsitektur Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya turun tangan membantu mendesain pengembangan Wisata Kampung Kelengkeng. Pengembangan dirancang secara terintegrasi. Aspek ekonomi yang produktif adalah satu diantara beberapa aspek yang lainnya. Perintisan budidaya lebah madu klanceng salah satu materi aspek tersebut. Pilihan ini  didasarkan bahwa budidaya lebah madu klanceng tidak perlu skil dan teknologi yang tinggi, juga tidak perlu modal yang besar, sehingga semua orang bisa melakukannya. Dengan pelatihan dan praktek yang inten kepada karang taruna dan ibu-ibu PKK dari bulan September hingga Oktober 2022 ternyata mapu melahirkan tujuh orang dari Karang Taruna dan empat orang dari Ibu-ibu PKK yang siap menjadi peternak lebah madu klanceng yang mumpuni. Untuk itu pelatihan yang lebih mendalam kepada ke enam orang tersebut segera diagendakan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Azizah, K. (2021). Madu Klanceng vs Madu Biasa, Kenali Kelebihan dan Khasiatnya untuk Kesehatan. Dalam https://www.merdeka.com/trending/madu-klanceng-vs-madu-biasa-kenali-kelebihan-dan-khasiatnya-untuk-kesehatan-kln.html, diunduh 25 September 2022.

Bradbear, N. (2009). Bees and their role in forest livelihood: A guide to the services provided by bees and the sustainable harvesting, processing and marketing of their products. FAO, Rome.

Deliza, R & Vit, P. Sensory Evaluation of Stingless Bee Pot-Honey. Pot-Honey: A Legacy of Stingless Bees (eds. P. Vit, R.M. Pedro & D.W. Roubik), pp. 3 – 17. New York: Springer. DOI 10.1007/978-1-4614-4960-7_24.

Harjanto, S. et al. (2020). Budidaya Lebah Madu Kelulut Sebagai Alternatif Mata Pencaharian Masyarakat. Jogjakarta: Yayasan swaraowa.

Kwapong, P; Aidoo, K; Combey, R; and Karikari, A. (2010). Stingless Bees, Importance, Management and Utilisation, A Training Manual For Stingless Beekeeping. Accra North: Unimax MacMillan.

Ramirez, V.M; Calvillo, L.M; Kevan, PG. (2013). Effects of Human Disturbance and Habitat Fragmentation on Stingless Bees. Pot-Honey: A Legacy of Stingless Bees (eds. P. Vit, R.M. Pedro & D.W. Roubik), pp. 3 – 17. New York: Springer. DOI 10.1007/978-1-4614-4960-7_24.

Rasmussen, C. (2008). Catalog of the Indo-Malayan/Australasian stingless bees (Hymenoptera: Apidae: Meliponini). Zootaxa 1935 pp 1-80.

Silva, I.A.A; et al. (2013). Phenolic profile, antioxidant activity and palynological analysis of stingless bee honey from Amazonas, Northern Brazil. Food Chemistry 141 (2013) 3552–3558.

Vit, P. (2013). Melipona favosa Pot-Honey from Venezuela. Pot-Honey: A Legacy of Stingless Bees (eds. P. Vit, R.M. Pedro & D.W. Roubik), pp. 3 – 17. New York: Springer. DOI 10.1007/978-1-4614-4960-7_24.

Downloads

Published

2022-11-28

How to Cite

Asmungi, A., Anggraeni, G. A. ., Idraki, D. N. ., Hanafi, H., Afriansyah, M. D. ., & Aryawirya, B. K. A. . (2022). Perintisan Budidaya Lebah Madu Klanceng Sebagai Upaya Mendukung Pengembangan Wisata Kampung Kelengkeng Desa Simoketawang Kabupaten Sidoarjo. PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA, 2(1), 439–451. https://doi.org/10.33086/snpm.v2i1.994