Pengemasan Tari Kreasi Iswara Sebagai Welcome Dance Melalui Partisipasi Masyarakat di Desa Kedungboto Kendal

Authors

  • Nina Mistriani Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia
  • Aletta Dewi Maria Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia
  • Pranoto Hadi Prayitno Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia
  • Tutik Tutik Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia
  • Phia Susanti Helyanan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia
  • Lintang Jati Maharani Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia
  • Binti Khabibatul Zulfa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia
  • Dian Ayu Permatasari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia
  • Moch Rizqy Eko Saputra Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Keywords:

Tari penyambutan, pengemasan tari kreasi, partisipasi masyarakat

Abstract

Tari Iswara merupakan salah satu tari kreasi baru yang dikemas sebagai welcome dance di Desa Kedungboto, dan ditarikan secara berkelompok dengan menggunakan properti berupa jaran, serta dilengkapi dengan busana dan tata rias. Tari Iswara sendiri menceritakan tentang prajurit perempuan yang selalu riang gembira dikala banyak beban yang dipanggul dalam menghadapi perjuangannya. Sifat riang gembira muncul dari susunan gerakan yang simple dan ringan yang membuat penarinya dapat bergerak dengan bebas dan penuh kegembiraan bagaikan prajurit yang sedang menari atas kemenangan. Pengembangan tari kreasi baru ini disebabkan oleh kurangnya partisipasi perempuan dalam welcome dance di Desa Kedungboto. Tari welcome dance awalnya hanya diperankan oleh laki-laki. Pendampingan pengemasan tari kreasi ini dilakukan dengan metode praktek langsung dan observasi sesuai kondisi masyarakat Kedungboto. Hasil Pendampingan adanya tarian Iswara, diharapkan dapat meningkatkan partisipasi perempuan dalam welcome dance. Jumlah peserta dalam tiap kelompok tari Iswara dilaksanakan dengan pemberdayaan perempuan sejumlah 20 orang peserta, terdiri dari 10 kelompok ibu-ibu dan juga 10 kelompok perempuan. Secara signifikan adanya grafik perubahan keterlibatan masyarakat setempat secara tidak langsung yaitu pengemasan tarian iswara sebagai kalender event budaya lokal desa. Hal ini berdampak adanya peningkatan ekonomi masyarakat melalui tarian welcome dance yang dapat menarik wisatawan berkunjung ke Desa Kedungboto, Kendal. Pengabdian masyarakat ini bekerjasama dengan kemdikbud, kepala desa, pokdarwis, masyarakat, ukm tari dan perguruan tinggi Stiepari Semarang.

References

Dama, T. A. N. R. (2016). Sitakara. Sitakara, Volume II(Edisi kedua), 2. file:///C:/Users/H P/Downloads/865-1093-1-PB.pdf

Needed Thing. (2021). Peta Administrasi Kecamatan Limbangan. Https://Neededthing.Blogspot.Com/. https://neededthing.blogspot.com/2018/05/peta-administrasi-kecamatan-limbangan.html

Nugraha, A. (2009). Pengembangan Masyarakat Pembangunan Melalui Pendampingan Sosial Dalam Konsep Pemberdayaan Di Bidang Ekonomi. Jurnal Ekonomi Modernisasi, 5, 10. http://ejournal.ukanjuruhan.ac.id

Silalahi, A. (2017). Kesetaraan Gender dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di Indonesia.Https://Anitasilalahi.Wordpress.Com/.https://anitasilalahi.wordpress.com/2017/09/12/kesetaraan-gender-dan-tujuan-pembangunan-berkelanjutan-sdgs-di-indonesia/

Tri tarwiyani1, G. A. K. (2021). THE ACTIONOLOGICAL DIMENSION OF FRIENDSHIP DANCE IN THE Detail Artikel : Melayu merupakan salah satu etnis yang ada di Indonesia dan telah menyebar hampir ke seluruh wilayah Indonesia . Penggolongan suku Melayu sering kali hanya didasarkan pada afiliasi s. 10, 94–111.

Widiyanto, D., Istiqomah, A., & Yasnanto. (2021). Upaya Pemberdaayaan Masyarakat Desa Dalam Perspektif Kesejahteraan Ekonomi. Jurnal Kalacakra, 2(1), 27–28. https://jurnal.untidar.ac.id/index.php/kalacakra/index

Zuliyah, S. (2010). Strategi Pemberdayaan Masyarakat Desa dalam Menunjang Pembangunan Daerah. Journal of Rural and Development, 1(2), 151–160.

Downloads

Published

2022-04-22