Pelatihan Five Continuum Language sebagai Dasar Pendidik dan Orang Tua dalam Memberikan Stimulasi Perkembangan Bahasa dan Perilaku Sosial Anak di Masa Pandemi Covid-19

Authors

  • Jauharotur Rihlah Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
  • Andini Hardiningrum Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
  • Destita Shari Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Keywords:

Five Language Continuum, Perkembangan Sosial Emosional, Komunikasi

Abstract

Komunikasi di dalam dunia pendidikan merupakan elemen tertinggi dan sangat penting kedudukannya, sehingga menjadi salah satu aspek terpenting dalam tolak ukur keberhasilan tujuan pendidikan itu sendiri. Stimulasi perkembangan sosial emosional akan optimal diberikan  apabila adanya komunikasi yang baik, efektif dan bermutu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  penerapan five language continuum sebagai stimulasi perkembangan sosial emosional anak sebagai tolak ukur keberhasilan komunikasi antara pendidik dan anak didik melalui penerapan five language continuum pada perkembangan sosial emosional anak. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yakni pelatihan dan pendampingan yang dilaksanakan secara luring dengan subjek sasaran yakni Guru TK dan walimurid TK Khadijah Pandegiling Surabaya sebanyak 30 orang. Teknik pengambilan data berupa kuesioner/angket. Tahapan kegiatan pelatihan meliputi mengisi kuesioner/angket, penjelasan materi five language continuum, microteaching penerapan five language continuum dikelas, pendampingan pendampingan pembuatan video pembelajaran penerapan five language continuum, evaluasi hasil kegiatan pelatihan.  Hasil dari pelaksanaan kegiatan pelatihan dan pendampingan yaitu guru dan orang tua TK Khadijah Pandegiling Surabaya dapat lebih memahami bagaimana cara berkomunikasi yang baik dengan anak. Hal ini dapat diketahui dari hasil angket dan implementasi dari video pembelajaran penerapan five language continuum. Kesimpulannya yakni kegiatan pelatihan dan pendampingan penerapan five language continuum terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat kepada guru dan walimurid TK Khadijah Pandegiling Surabaya. Harapannya, kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan agar dapat meningkatkan kemampuan sosial emosional dan berkomunikasi guru.

References

Andriyanto, Dedy. 2011. Komunikasi dengan AUD. Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini Nonformal dan Informal Kementerian Pendidikan Nasional.

Arikunto, Suharsimi. 2011. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan Edisi Revisi. Jakarta:Bumi Aksara.

Azzet, Akhmad Muhaimin. 2014. Mengembangkan Kecerdasan Sosial bagi Anak.

Jogjakarta: Kata Hati.

Bahri, Husnul. 2018. Strategi Komunikasi terhadap Anak Usia Dini. Nuansa. Vol. XI, No. 1, Juni 2018.

Fachriyyati, Dyah. 2015. Perkembangan Sosial Emosional Anak ditinjau dari Pembelajaran Syair Lagu di TK Tarbiyatul Athfal Krapyak Jepara. Program Studi PG Pendidikan Anak Usia Dini. Universitas Negeri Semarang. Skripsi Tidak Diterbitkan.

Goleman, Daniel. 2004. Emotional Intelligence. Jakarta; PT. Gramedia Pustaka Utama.

Hardjana, Agus M. (2007). Komunikasi Intrapersonal dan Interpersonal. Yogyakarta:Kanisius.

KBBI Online. (2016). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta diakses dalam https://kbbi.kemdikbud.go.id/.

Lestari, Seli Dewi dan S. Bekti Istiyanto. 2020. Pola Komunikasi Guru Dan Siswa Berbasis Pendidikan Karakter Dengan Penerapan Mutu Bahasa Metode Sentra (Studi Di Sdit Harapan Bunda Purwokerto). Journal of Scientific Communication Volume 2 Issue 1, April 2020.

Nofrion. (2018). Komunikasi pendidikan. Jakarta: Kencana.

Nafi'ah. 2016. Bahan Ajar Metodologi Penelitian. Surabaya:Unusa Press.

Sari, Evi Yunita., dkk. 2016. Profil Kemampuan Kerjasama Siswa Dalam Pembelajaran Ipa (Studi Deskriptif pada Siswa Kelas IV dan V Semester Genap SD Negeri 1 Rajabasa Jaya Bandar Lampung Tahun Ajaran 2015/2016)

Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. 2018. Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Downloads

Published

2022-04-22