Edukasi Kesehatan Untuk Meningkatkan Pengetahuan Ibu Tentang Pemberian MP ASI pada Bayi dan Balita di Kelurahan Sukolilo Surabaya

Authors

  • Iis Fatimawati STIKES Hang Tuang Surabaya
  • Diyah Arini STIKES Hang Tuang Surabaya
  • Puji Hastuti STIKES Hang Tuang Surabaya
  • Dwi Ernawati STIKES Hang Tuang Surabaya
  • Qori’ Ila Saidah STIKES Hang Tuang Surabaya
  • Astrida Budiarti STIKES Hang Tuang Surabaya
  • Faridah STIKES Hang Tuang Surabaya

Keywords:

MP ASI; Balita; Ibu Usia Subur; tumbuh kembang

Abstract

Kecukupan gizi dalam makanan menentukan status gizi anak. Setiap bayi harus mendapatkan ASI untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi. Kebutuhan bayi akan nutrisi semakin meningkat seiring bertambahnya usia bayi, sedangkan terkadang ASI yang dihasilkan ibunya kurang memenuhi kebutuhan gizi bayi, Sehingga pada usia 6 bulan bayi mulai diperkenalkan dan diberikan gizi tambahan berupa Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) yang bertujuan agar gizi bayi bisa terpenuhi. MPASI adalah makanan atau minuman yang mengandung zat gizi yang diberikan pada bayi atau anak usia 6-24 bulan guna memenuhi kebutuhan gizi selain ASI. Pemberian MP-ASI yang benar akan sangat berpengaruh pada proses tumbuh kembang anak dan kecerdasannya. Pemberian MP-ASI yang tidak sesuai akan menimbulkan masalah dalam status gizi anak, salah satunya masalah gizi kurang dan gizi buruk. Tujuan dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk Meningkatkan pengetahuan ibu usia subur tentang MPASI di lingkungan kampung nelayan Kelurahan Sukolilo Surabaya sehingga dapat menurunkan kejadian stunting. Metode : Salah satu upaya untuk mengatasi Kurang Gizi sejak dini pada anak adalah dengan penguatan informasi melalui program edukasi kesehatan pada ibu usia subur terkait pencegahan stunting dan kurang gizi pada bayi dan balita. Pelaksanaan edukasi kesehatan ini dilakukan secara langsung saat kegiatan posyandu Balita masyarakat di Kelurahan Sukolilo Surabaya. Hasil dan Pembahasan : Sebelum dilaksanakan penyuluhan dilakukan pengukuran dan pencatatan antropometri balita yang datang ke posyandu, di dapatkan hasil dari 128 peserta hanya 21,1 % saja yang mempunyai berat badan sesuai standar, sedangkan 78,9% balita memiliki berat badan yang kurang dari standar. Hal ini menunjukkan bahwa Sebagian besar balita di Kelurahan Sukolilo Surabaya dalam kategori kurang dari standar. Dan setelah dilakukan penyuluhan Kesehatan didapatkan data pengetahuan responden sudah baik 82%. Kesimpulan : pengaruh lingkungan, budaya, dan pengetahuan menjadi salah satu sebab terjadinya pemberian MP-ASI yang tidak tepat. Diperlukan peran aktif orang-orang yang berpengaruh dalam lingkungan tersebut untuk mengajak dan memberikan motivasi serta health education untuk menambah pengetahuan ibu terlebih dalam pemberian MP-ASI yang tepat dan benar sehingga ibu dapat berperilaku lebih tepat.

References

Adriani, M., & Wirjatmadi, B. (2014). Gizi Dan Kesehatan Balita (Pertama). Jakarta: Kencana.

Aridiyah, F. O., Rohmawati, N., & Ririanty, M. (2015). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Stunting Pada Anak Balita Di Wilayah Pedesaan Dan Perkotaan ( The Factors Affecting Stunting On Toddlers In Rural And Urban Areas ), 3(1).

Depkes RI. (2007). Buku Pedoman Pemberian Makanan Pendamping Asi. Jakarta: Ditjen Bina Kesehatan Masyarakat Dan Direktorat Bina Gizi Masyarakat.

Dewi, U. M. (2013). Pengaruh Karakteristik Ibu Terhadap Pemberian Asi Eksklusif Pada Bayi Usia 0-6 Bulan Di Bpm Nurul Trianawati, Sst Surabaya, 146–150.

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. (2017). Profil Kesehatan Jawa Timur.

Gulo, M. J., & Nurmiyati, T. (2015). Hubungan Pemberian Mp Asi Dengan Status Gizi Bayi Usia 6-24 Bulan Di Puskesmas Curug Kabupaten Tangerang. Jurnal Bina Cendekia Kebidanan, 1.

Hadju, V., Yunus, R., Arundhana, A. I., Salmah, A. U., & Wahyu, A. (2017). Nutritional Status

Of Infants 0-23 Months Of Age And Its Relationship With Socioeconomic Factors In Pangkep. Asian Journal Of Clinical Nutrition, 9(2), 71–76. Https://Doi.Org/10.3923/Ajcn.2017.71.76

Handini, D. (2013). Hubungan Tingkat Pendapatan Keluarga Dengan Status Gizi Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Kalijambe. Skripsi.

Indarti, Y. (2016). Hubungan Status Ekonomi Keluarga Dengan Status Gizi Balita Di Kecamatan Ajung Kabupaten Jember Tahun 2016, 15(1), 149–16 74

Kemenkes RI. (2010). Standar Antropometri Penilaian Status Gizi Anak. Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Kemenkes RI. (2015). Buku Kesehatan Ibu Dan Anak. Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Kementerian Kesehatan RI. (2018). Hasil Utama Riset Kesehatan Dasar.

Kumalasari, S. Y., Sabrian, F., & Hasanah, O. (2015). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian Makanan Pendamping Asi Dini. Jurnal Of Maternity, 2(1).

Lestari, M. U., Lubis, G., & Pertiwi, D. (2014). Hubungan Pemberian Makanan Pendamping Asi ( Mp-Asi ) Dengan Status Gizi Anak Usia 1-3 Tahun Di Kota Padang Tahun 2012, 3(2), 188–190.

Manikam, L., Prasad, A., Dharmaratnam, A., Moen, C., Robinson, A., Light, A., … Lakhanpaul, M. (2018). Systematic Review Of Infant And Young Child Complementary Feeding Practices In South Asian Families: The India Perspective. Public Health Nutrition, 21(4), 637–654. Https://Doi.Org/10.1017/S136898001700297x

Mardiyanti, G. (2017). Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Nutrisi Dengan Scoring Body Mass Index Anak Autis (Usia 6 - 12 Tahun) Di Sekolah Anak Berkebutuhan Khusus Nabighah Sidoarjo. Skripsi.

Marfuah, D., & Kurniawati, I. (2017). Hubungan Pendidikan Dan Pekerjaan Ibu Terhadap Pemberian Mp-Asi Dini Pada Balita Usia 6-24 Bulan The Correlation Between Mother ’ S Education And Job With The Early Feeding Practices In Toddler 6-24 Months ), 15(1).

Mufida, L., Widyaningsih, T. D., & Maligan, J. M. (2015). Prinsip Dasar Makanan Pendamping Air Susu Ibu ( Mp-Asi ) Untuk Bayi 6 – 24 Bulan : Kajian Pustaka, 3(4), 1646–1651.

Mulazimah. (2017). Hubungan Pendapatan Keluarga Dengan Status Gizi Balita Desa Ngadiluwih Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri, (2013), 18–21.

Nanda Devi Kusumaningrum (2019)Hubungan Perilaku Pemberian Mp-Asi Dengan Status Gizi Bayi 6-24 Bulan Di Posyandu Desa Bandung Mojokerto. http://repository.stikeshangtuahsby- library.ac.id/292/1/1510036_Nanda%20 Devi%20Kusumaningrum_Skripsi%20G abung

Notoatmodjo, S. (2007). Promosi Kesehatan Dan Ilmu Perilaku. Jakarta: Rineka Cipta. 75

Notoatmodjo, S. (2010). Promosi Kesehatan Dan Ilmu Perilaku. Jakarta: Rineka Cipta. Notoatmodjo, S. (2012). Promosi Kesehatan Dan Ilmu Perilaku. Jakarta: Rineka Cipta.

Nutrisiani, F. (2010). Hubungan Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (Mp Asi) Pada Anak Usia 0-24 Bulan Dengan Kejadian Diare Di Wilayah Kerja Puskesmas Purwodadi Kecamatan Purwodadi Kabupaten Grobogan Tahun 2010 Skripsi.

Palupi, R. A. (2014). Perilaku Pemberian Asi Oleh Ibu Dengan Usia Di Bawah 20 Tahun Di Kelurahan Sidotopo, Surabaya. Skripsi.

Rotua, D. F., Novayelinda, R., & Utomo, W. (2018). Identifikasi Perilaku Ibu Dalam Pemberian Mp-Asi Dini Di Puskesmas Tambang Kabupaten Kampar. Journal Of Maternity, 5, 1–10.

Sari, M. R. (2018). Hubungan Perilaku Pemberian Makanan Pendamping Asi (MpAsi) Dengan Status Gizi Bayi 6-12 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Poasia Kota Kendari Tahun 2018.

Suwarsih, N. (2016). Hubungan Antara Kepatuhan Budaya Dengan Waktu Pemberian Makanan Pendamping Asi Di Desa Peniron Kecamatan Pejagoan Kabupaten Kebumen. Skripsi.

Utami, L. H. (2010). Budaya Pemberian Makanan Pendamping Asi Dini Pada Ibu Yang Mempunyai Anak 7-24 Bulan Di Desa Argodadi Sedayu Bantul Yogyakarta. Skolastik Keperawatan.

Widodo, R. (2013). Pemberian Makanan, Suplemen, & Obat Pada Anak. Yogyakarta: Egc.

Wilujeng, C. S., Sariati, Y., & Pratiwi, R. (2017). Faktor Yang Mempengaruhi Pemberian Makanan Pendamping Asi Terhadap Berat Badan Anak Usia 6-24 Bulan Di Puskesmas Cluwak Kabupaten Pati, 4(2), 88–95.

Downloads

Published

2022-04-22