Struktur dan Aspek Kebahasaan Teks Deskripsi sebagai Bahan Ajar Kontekstual Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Jenjang SMP/MTs

Authors

  • Suhartono Suhartono Universitas Negeri Surabaya, Indonesia
  • Haris Supratno Universitas Negeri Surabaya, Indonesia
  • Setya Yuwana Universitas Negeri Surabaya, Indonesia
  • Udjang Pairin Universitas Negeri Surabaya, Indonesia
  • Ahmad Munir Universitas Negeri Surabaya, Indonesia

Keywords:

pelatihan, pengembangan, potensi, daerah, linguistis

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) bertema “Pelatihan Pengembangan Bahan Ajar Kontekstual Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SMP/MTs di Kabupaten Nganjuk” dilatarbelakangi fakta bahwa selama ini teks pembelajaran yang diajarkan pada mata pelajaran bahasa Indonesia jenjang SMP/MTs di Nganjuk tidak kontekstual. Pada saat mengajarkan teks deskripsi, misalnya, guru
menggunakan teks yang ada di dalam buku siswa, yaitu teks tentang Pantai Senggigi dan Pantai Parangtritis. Sejalan dengan fakta bahwa orang-orang yang pada akhirnya berdomisili di luar kabupaten asalnya tidak lebih dari 10%, fenomena bahan ajar yang tidak kontekstual menyebabkan siswa tidak mengenal dengan baik potensi daerahnya sehingga menemukan banyak kendala ketika akan meningkatkan kesejahteraan dan membangun daerah. Karena itu, kontekstualisasi bahan ajar dipandang penting. Sejalan dengan hal tersebut pada makalah ini dipaparkan teks deskripsi sebagai bahan ajar kontekstual yang dikaji dari segi struktur dan aspek kebahasaan. Data berupa teks deskripsi dikumpulkan dari sebelas guru yang dilatih untuk mengembangkan bahan ajar kontekstual pada 2 sampai dengan 11 Oktober 2021 melalui teknik penugasan individual. Data dianalisis dengan teknik deskriptif-eksplanatif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa teks deskripsi yang digunakan sebagai bahan ajar kontekstual berstruktur lengkap, yaitu terdiri atas bagian identifikasi, deskripsi bagian, dan penutup dengan deskripsi bagian sebagai unsur dominan. Sebagian teks deskripsi yang tidak lengkap digunakan sebagai bahan bandingan dan sarana identifikasi bagian yang dihilangkan. Dalam hal aspek kebahasaan digunakan unsur linguistis berupa penjelasan terperinci, kata-kata beremosi kuat, dan bahasa penggambaran persuasif. Teks kontekstual dengan struktur dan aspek kebahasaan tersebut sejalan dengan tuntutan standar isi pada Kurikulum 2013 yang diberlakukan saat ini. 

References

Depdiknas. (2005). Pedoman Penulisan Buku Pelajaran. Jakarta: Depdiknas.

Dick, Walter dkk. (2015). The Systematic Design of Instruction. Boston: Pearson.

Dubin, Fraida dan Olshtain, Elite. (1986). Course Design: Developing Program s and Materials for Language Learning. Cambridge: Cambridge University Press.

Knapp, Peter dan Watkins, Megan. (2005). Genre, Text, and Grammar. Sydney: UNSW.

Pusat Perbukuan. (2005). Pedoman Pengembangan Buku Pelajaran. Jakarta: Pusat Perbukuan.

Richards, Jack C. (2003). Curricullum Development in Language Teaching. Cambridge: Cambridge University Press.

Suhartono. (2013). “Karakter dan Budaya Bangsa dalam Pengajaran Berbasis Teks” dalam “Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya”. Yogyakarta: Gress.

Ur, Penny. (2002). “The English Teacher as Professional”. Dalam Richard, Jack C. dan Renandya, Willy A. (penyunting). Methodology in Language Teaching: An Antology of Current Practice. Cambridge: Cambridge University Press.

Downloads

Published

2022-01-25