Pemberdayaan Kemampuan Keluarga Sebagai Upaya Penanganan Hipertermi Pada Anak Dengan Metode Nonpharmakologi (Tepid Sponge)

Authors

  • Wesiana Heris Santy Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia
  • Firdaus Firdaus Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia
  • Rahmadaniar AP Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia

Keywords:

Keluarga, anak, hipertermi, tepid sponge

Abstract

Deman jika tidak diatasi dengan tepat dapat berdampak buruk bagi anak yaitu mengakibatkan dehidrasi dan kejang. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada keluargakhususnya ibu meningkatkan pemahaman dan ketrampilan upaya pencegahan hipertermi pada anak dengan metode nonpharmakologi (tepid Sponge). Ibu yang diberi penyuluhan di tiga wilayah berbeda berjumlah 23. Penyuluhan dilakukan dengan mengunjungi keluagga yang mmepunyai anak balita dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Penyuluhan dilakukan dnegan menggunakan media video dan leatflet tentang cara menurunkan hipertemni/demam pada anak dengan metode tepid sponge. Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 minggu yaitu mulai tanggal 5 – 12 Pebruari 2021. Evaluasi pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pre dan post tes menggunakan kuesioner. Dari 23 ibu didapatkan 10 (43%) pengetahuan masih kurang dan setelah diberi penyuluhan tingal 1(0,04%) yang masih kurang dan 22 (95%) ibu mempunyai pengetahuan baik dan sangat baik tentang pemahaman dan ketrampilan upaya pencegahan hipertermi pada anak dengan metode nonpharmakologi (tepid Sponge). Diharapkan pada kegiatan selanjutnya ibu mampu mengaplikasikan ilmu yang diperoleh secara mandiri saat anakanya mengalami deman dirumah sehingga tidak sampai terjadi komplikasi yang tidak diharapkan.

References

Alhani., F., Niknami, S., Kimiyagar, S., Kazem, N., & Heidarnia, A. (2003). (2003). Familycentered Empowerment model and asses its impact on the prevention of iron deficiency anemia in adolescent gilrs. Journal of Birjand University of Medical Sciences, 8(4), 9–15

Dunst, C. J., & Ph, D. (2011). Parent and Family Functioning.

El-Radhi AS. Kejang Demam. Dalam: Manual Klinis Demam pada Anak. Penerbitan Internasional Springer; 2018: 179-192. doi: 10.1007 / 978-3-319-92336-9_7

Guyton, A. C., dan Hall, J.E. (2016). Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi Revisi Berwarna Ke 12. Singapura : Elsevier.

Hendrawati, Elvira M. Pengaruh Tepid Sponge terhadap perubahan suhu tubuh pada balita yang mengalami demam di RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi. Klinik Enferm. 2019; 29: 91-93. doi: 10.1016 / j.enfcli.2018.11.029

Lim J, Kim J, Moon B, Kim G. Pijat tepid untuk anak-anak demam: Tinjauan sistematis dan meta-analisis. Int J Nurs Pract. 2018; 24 (5): e12649. doi: 10.1111 / ijn.12649

Nurarif .A.H. dan Kusuma. H. (2015). APLIKASI Asuhan Keperawatan Berdasarkan Diagnosa Medis & NANDA NIC-NOC. Jogjakarta: MediAction.

Setiawan, T., Rustina, Y., & Kuntarti. (2015). Pengaruh Tepid Sponge Terhadap Penurunan Suhu Tubuh Dan Kenyamanan Pada Anak Yang Mengalami Demam. JKA, 2(September), 5–14.

Sherwood, L. (2014). Fisiologi Manusia Dari Sel ke Sistem (Edisi ke 8). Jakarta : EGC.

Sodikin. (2012). Prinsip Keperawatan Demam Pada Aanak.(S. Riyadi,Ed). Yogyakarta (10th ed.). Jakarta: EGC.

Randell, R., Mitchell, N., Thompson &Dowding, D. (2009). (2009). Supporting nurse decition making in primary care ecploring use of and attitude to decition tools. 864. Health Informatics Journal, 15(1), 5-16. https://doi.org/https://doi.org/10.1177/14604582080

Tim Pokja SDKI DPP PPNI. 2017. Standart Diagnosa Keperawatan Indonesia Edisi 1 . Jakarta : PPNI.

Yulianti, & Suriadi. (2010). Asuhan Keperawatan Pada Anak (2nd ed.). Jakarta: Sagung seto

Downloads

Published

2022-01-25