Penerapan Hidroterapi Untuk Mengurangi Keluhan Nyeri Kaki Pada Lansia

Authors

  • Yanis Kartini Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia
  • Iis Noventi Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia
  • Imamatul Faizah Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia
  • Meidyta Sinantryana W Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia

Keywords:

Hydroterapi, Lansia

Abstract

Masalah yang sering timbul pada lansia adalah nyeri sendi saat beraktifitas, kesemutan, bengkak serta kekakuan pada sendi. Hal tersebut sangat mempengaruhi aktifitas sehari –hari yang berdampak pada penurunan kualitas hidupnya. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengetahui hasil penerapan hydroterapi air dingin dicampur dengan ramuan herbal pada lansia yang mengalami nyeri sendi di RT 06 RW 01 Karang Rejo Dua Kelurahan Wonokromo Surabaya. Model Hydroterapi adalah tindakan yang mudah dilakukan dirumah dengan bahan yang mudah di dapatkan. Kegiatan ini dilakukan melalui kegiatan lansia yang diadakan seminggu satu kali. Lansia diajarkan merawat kaki dengan hidroterapi dan mengikut sertakan juga keluarga, agar keluarga mampu untuk melanjutkan pada saat di rumah. Lansia juga diberikan leaflet yang berisi tentang manfaat hydroterapi dan langkah – langkah tindakannya. Pendampingan pada lansia dan keluarga dilakukan dalam jangka waktu 1 bulan (Agustus - September 2021). Sebelum dilakukan tindakan, lansia dikaji lebih dulu tingkat nyeri, dan dievaluasi setelah dilakukan terapi selama 4 minggu, dengan menggunakn visual analog scale (VAS). Dari kegiatan ini didapatkan penurunan tingkat nyeri sendi sebelum (rata-rata=5,21, SD= 1,416)
dan sesudah (rata-rata=3,09, SD= 1,187) dilakukan hidroterapi. Hasil uji Wilcoxon α=0.020 < 0.05. Penerapan hidroterapi dapat mengurangi keluhan nyeri, sehingga bisa meningkatkan kualitas hidup lansia. Diharapkan lansia melanjutkan perawatan hidroterapi secara mandiri dalam mengatasi nyeri kaka, agar kualitas hidupnya menjadi lebih baik.

References

Adegoke,dkk. 2004. Efficacy of ice shortwave diathermy in the management of Osteoarthritis of the knee. Nigeria: Ibadan biomedical communication group.

Arovah, N.I. (2010). Diagnosa dan Manajemen Cedera Olahraga. Yogyakarta: FIK UNY.

Asmadi. (2008). Teknik Prosedural Konsep dan Aplikasi Kebutuhan Pasien. Jakarta: Salemba Medika https://books.google.co.id diunduh pada hari , Feb 2018

Bender, T., Z. Karagülle et al., (2005)."Hydrotherapy, balneotherapy, and spa treatment in pain management." Rheumatology international 25(3): 220‐224

Cnair, S. L. (1976). Hydrotherapy foot tub having heating and massaging means, Google Patents

Ernst, E. and V. Fialka (1994). "Ice freezes pain? A review of the clinical effectiveness of analgesic cold therapy." Journal of pain and symptom management 9(1): 56‐59.

Fondy, T. (2012). Merawat dan Mereposisi Cedera Tubuh. Banten: Pustaka Tumbur Nadler, Scott F. DO, FACSM., Weingand, K., & Kruse, R.J. (2004). The Physiologic Basic and Clinical Application of Cryotherapy and Thermotherapy for the Pain Practitioner. Pain Physician, 7, (3). 395-399.

Nurjanah, Siti. (2016). Keefektifan Kombinasi Terapi Panas dan Dingin dengan Terapi Panas, Terapi Dingin terhadap Cedera Otot Hamstring. Skripsi. Yogyakarta: FIK UNY.

Peterson, L. & Renstrom, P. (2001). Sport Injuries Theie prevention and Treatment. UK: Martin Dunitz Ltd.

Downloads

Published

2022-01-25