Optimalisasi Keberadaan Balai Pintar Lansia Tolitokun (Tolak Linu Tolak Pikun) Sebagai Pelopor Kawasan Kelurahan Ramah Lansia

Authors

  • Sulistyorini Sulistyorini Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Surabaya, Indonesia
  • Iis Noventi Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Surabaya, Indonesia
  • Siti Noersiyah Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Surabaya, Indonesia
  • Ana Fajarini Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Surabaya, Indonesia

Keywords:

Balai pintar, TOLITOKUN, Lansia

Abstract

Seseorang memasuki usia lanjut terjadi beberapa perubahan baik perubahan secara fisik, seperti gangguan gerak (imobilisasi), timbul ketidakstabilan sehingga mudah untuk jatuh, gangguan mental, pikun (inteleqtual impairment), nyeri area sendi (arthritis), fungsi indra menurun (impairment). Masalahmasalah tersebut merupakan beban bagi keluarga, masyarakat, maupun Negara. Penanganan nyeri pada sendi dan pikun secara komprehensif dapat dilakukan dengan memanajemen melalui pembentukan kelompok lansia Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup lansia dengan pembentukan Balai Pintar Lansia TOLITOKUN ( Tolak Linu Tolak Pikun) sebagai upaya pelopor kawasan kelurahan ramah lansia di RT 06 RW 01 Karang Rejo Dua Kelurahan Wonokromo Surabaya. Balai Pintar Lansia TOLITOKUN adalah upaya tindakan pada lansia yang memerlukan dukungan lingkungan dan support sosial sehingga dapat meningkatkan motivasi, merubah persepsi dan perubahan perilaku. Adapun bentuk nyata dari BALAI PINTAR LANSIA TOLITOKUN adalah dengan memanfaatkan balai RT sebagai balai pintar (pojok literasi) balai konseling, balai kebugaran dan taman Toga dan terapi lansia yang dilengkapi dengan batu terapi penyediaan perpustakaan mini TOLITOKUN, serta kegiatan keagamaan. Kegiatan ini dilakukan dalam jangka waktu 3 bulan (Juni - Agustus 2021). Pelaksanaan kegiatan ini dengan metode Edukasi, olah raga, terapi modalitas dan pemeriksaan kesehatan. Dari kegiatan ini didapatkan perbandingan tingkat pengetahuan sebelum dilakukan kegiatan Balai Pintar Lansia dan setelahnya. Terjadi kenaikan signifikan peningkatan pengetahuan tentang manajemen nyeri sendi dan pencegahan demensia hasil pre test peserta berpengetahuan baik sebesar 12(23%) dan setelah diberikan penyuluhan dan demonstrasi responden berpengetahuan baik menjadi 49(94%). Pembentukan Balai Pintar Tolitokun untuk meningkatkan motivasi lansia untuk peduli terhadap kesehatannya yang biasa dikeluhkan oleh lansia yaitu linu ( keluhan nyeri pada persendiaan ) dan pikun ( dimensia).

References

Agustina S., dkk. (2014). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Hipertensi Pada Lansia

di Atas Umur 65 Tahun. Jurnal Kesehatan Komunitas. Vol. 2, No. 4, Mei 2014

Aspiani, R. Y. 2014. Buku ajar asuhan keperawatan gerontik Jilid 2. Jakarta: CV. Trans Info Media.

Hermawati, I. 2015. Kajian tentang kota ramah lanjut usia. Kementrian Sosial RI. Badan Pendidikan dan Penelitian Kesejahteraan Sosial Balai Besar 55 Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial (B2P3KS). Yogyakarta

Robinson, L. Tips for Alzheimer’s and dementia caregivers. HelpGuide.org. https://www.helpguide.org/articles/alzheimers-dementia-aging/tipsfor-alzheimers-caregivers.htm [Accessed on November 11th, 2020]

Santoso H. Memahami Krisis Lanjut Usia. Jakarta: PT.Gunung Mulia; 2009.

Downloads

Published

2022-01-25