Sosialisasi Prosedur Pemberian MPASI pada Kader Kesehatan di Kelurahan Wonokromo sebagai Upaya Menurunkan Stunting

Authors

  • Lailatul Khusnul Rizki Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Surabaya, Indonesia
  • Nur Masruroh Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Surabaya, Indonesia
  • Aditya Bhayusakti Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Surabaya, Indonesia

Keywords:

Prosedur Pemberian MPASI, Stunting, Kader

Abstract

Stunting merupakan permasalahan gizi kronis pada balita yang ditandai dengan tinggi badan yang tidak sesuai dengan usianya. Efek stunting tidak hanya berimbas bagi kesehatan tetapi juga berpengaruh terhadap kecerdasan anak. Salah satu penyebab terjadinya stunting adalah prosedur pemberian MPASI yang kurang tepat sehingga menyebabkan pemenuhan nutrisi dan zat gizi pada balita tidak mencukupi secara kualitas. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah sebagai salah satu pemberian informasi serta edukasi tentang pemberian MPASI pada bayi dan balita sehingga kecukupan nutrisi dan zat gizi dapat terpenuhi. Metode yang akan digunakan adalah pemberian informasi dan edukasi pada kader RW 3 dan pelatihan tentang prosedur pemberian MPASI yang tepat.Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan di RW 3 Kelurahan Wonokromo dengan melibatkan 20 orang kader. Kegiatan ini dilakukan dalam dua tahap, secara daring dengan media zoom pada tanggal 17 Juni 2021, dan secara luring pada tanggal 25 Juni 2021. Tahap pertama (daring) dilakukan dengan memberikan penyuluhan tentang Pemberian MPASI yang tepat untuk menurunkan angka stunting. Tahap kedua dilakukan dengan melihat video praktik membuat MPASI yang tepat. Berdasarkan hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa terjadi pening katan pengetahuan dan keterampilan dalam mengaplikasikan Prosedur Pembuatan MPASI yang tepat. Hal ini terbukti dengan peningkatan nilai rata-rata dari skor pretest 42, 7 % menjadi skor post test 85,5 %.Program Pengabdian Masyarakat tentang Sosialisasi Prosedur tentang Pemberian MPASI yang tepat mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para kader kesehatan Kelurahan Wonokromo, sehingga dapat diterapkan di kehidupan sehari-hari sebagai upaya menurunkan dan mencegah stunting di Kelurahan Wonokromo.

References

Dwitama, YS. Zuhairini, Y. Djais, J. (2018). Hubungan Pemberian ASI Eksklusif dan Makanan Pendamping ASI terhadap Balita Pendek Usia 2-5 tahun. JSK 3(3) ; 142-148

Hanindita, M. (2020). Mommyclopedia 78 Resep MPASI. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

Hanum, NH. (2019). Hubungan Tinggi Badan Ibu dan Riwayat Pemberian MP-ASI dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan. Amerta Nutrition: 78-84

Ilmanisak, R. Pudjirahayu, A. Aswin, AAG. (2017). Edukasi MPASI, Sikap Ibu, dan Tingkat Konsumsi Energi Protein Baduta Stunting Usia 7-24 bulan. Jurnal Pendidikan Kesehatan 6(1) ; 16-26

Kemenkes RI. (2018). Situasi Balita Pendek (Stunting di Indonesia). Jakarta: Pusat Data dan Informasi Kesehatan.

Prihutama, NY. Rahmadi, A. Hardaningsih, G. (2018). Pemberian Makanan Pendamping ASI Dini sebagai Faktor Risiko Kejadian Stunting pada Anak Usia 2-3 tahun. Jurnal Kedokteran Diponegoro 7(2) ; 1419-1430

Rizki, L.K., Rahayu, E.P. (2020). The effect of suitability of providing complementary foods on the incidence of stunting and anemia in toddlers. Nurse and Health: Jurnal Keperawatan 9 (2), 169-176

Setyoadi, Ahsan, & Abidin, A. Y. (2013). Hubungan peran kader kesehatan dengan tingkat kualitas hidup lanjut usia. Jurnal Ilmu Keperawatan, 1(2), 183–192.

Tim IDAI. (2014). Pendekatan Diagnosis dan Tata Laksana Masalah Makan pada Batita di Indonesia. Jakarta: UKK Nutrisi dan Metabolik IDAI.

Wijaya, I. made kusuma. (2013). Pengetahuan, Sikap, dan Motivasi terhadap keaktifan Kader dalam Pengendalian Tuberkulosis. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(2), 137–144.

Wirapuspita, R. (2013). Insentif dan Kinerja Kader Posyandu. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9(1), 58–65.

Downloads

Published

2022-01-25