Penguatan Literasi Pemilihan Bahan Makanan Sehat Demi Menunjang Status Gizi Normal Pada Kader UKS di SMKN 1 Singgahan

Authors

  • Kartika Yuliani Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia
  • Viera Nu’riza Pratiwi Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia
  • Irmawan Farindra Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia
  • Novia Lailatul Karimah Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia
  • Mery Indartiningsih Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia
  • Dera Julia Ghazalah Agatha Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia
  • Hafidatut Taufiqoh Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia
  • Nuzulul Husnul Khotimah Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia
  • Choirinah Fadhilatul Rohmah Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia
  • Anggita Lusiana Dewi Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia
  • Fathima Az Zahra Faiq Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia

Keywords:

Kader UKS, Pemilihan Bahan Makanan, Keragaman Pangan, Status Gizi, Siswa

Abstract

Kader UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) merupakan penunjang penting promosi kesehatan di lingkungan sekolah. Kader UKS perlu memiliki literasi yang baik tentang gizi dan pemilihan bahan makanan sehat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan sebanyak 2 sesi. Edukasi sesi 1 dilakukan secara virtual tentang gizi seimbang dan pemilihan bahan makanan sehat, sedangkan sesi 2 dilakukan pelatihan luring tentang cara penentuan status gizi remaja melalui praktik pengukuran berat badan, tinggi badan, dan perhitungan indeks massa tubuh (IMT)/ umur. Evaluasi edukasi sesi 1 yang dilakukan pada 22 siswa kader UKS menunjukkan peningkatan skor rata-rata yaitu dari 6 menjadi 8. Evaluasi edukasi sesi 2 menunjukkan seluruh siswa dapat mempraktikkan pengukuran status gizi remaja. Evaluasi pasca kegiatan yang dilakukan 7 setelah edukasi sesi 1 melalui survei pemilihan bahan makanan menunjukkan rata-rata keragaman pangan siswa tergolong sedang. Bahan makanan yang banyak dikonsumsi oleh siswa adalah kelompok bahan  pangan serelia, sayur dan buah (non sumber vitamin A), telur, kacang-kacangan, dan bijibijian. Keragaman pangan tersebut masih perlu ditingkatkan karena sebagai bagian dari promotor kesehatan, seharusnya kader UKS dapat mempraktikkan pola makan yang sehat. Secara umum, kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil meningkatkan pengetahuan siswa tentang pemilihan bahan makanan sehat dan keterampilan siswa dalam mengukur status gizi. Meskipun demikian, praktik siswa dalam pemilihan bahan makanan yang beragam perlu ditingkatkan terutama dengan cara intervensi yang melibatkan pihak sekolah dan wali murid terutama dalam upaya penyediaan bahan makanan yang beragam dan sehat di sekolah dan di rumah.

References

Chung, L. M. Y. (2017). Food literacy of adolescents as a predictor of their healthy eating and dietary quality. J Child Adolesc Behav, 5, e117.

Food and Agriculture Organization (FAO). (2013). Guidelines for measuring household and individual dietary diversity. FAO.

Merita, M., Kusuma, T., Sari, Y. W., Rahmadiani, R., & Futri, W. A. (2020). Pos Gizi Remaja di SMA Negeri 12 Kota Jambi. Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK), 2(2), 129-134.

Nithya, D. J., & Bhavani, R. V. (2018). Dietary diversity and its relationship with nutritional status among adolescents and adults in rural India. Journal of biosocial science, 50(3), 397-413.

Omobuwa, O., Alebiosu, C. O., Olajide, F. O., & Adebimpe, W. O. (2014). Assessment of nutritional status of in-school adolescents in Ibadan, Nigeria. South African Family Practice, 56(4), 246-250.

Powell, B., Kerr, R. B., Young, S. L., & Johns, T. (2017). The determinants of dietary diversity and nutrition: ethnonutrition knowledge of local people in the East Usambara Mountains, Tanzania. Journal of ethnobiology and ethnomedicine, 13(1), 1-12.

Rahmawaty, E. (2019). Evaluasi Program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) pada Sekolah Lanjutan Tingkat Atas. Quality: Jurnal Kesehatan, 13(1), 28-35.

Sadegholvad, S., Yeatman, H., Parrish, A. M., & Worsley, A. (2017). What should be taught in secondary schools’ nutrition and food systems education? Views from prominent food-related professionals in Australia. Nutrients, 9(11), 1207.

Septiani, I. P., Herawati, H., & Tsani, A. F. (2017). Faktor–Faktor yang Berhubungan dengan Pemilihan Makanan Siswa Sekolah Menengah Atas di Kota Yogyakarta. Jurnal Kesehatan Terpadu (Integrated Health Journal), 8(2), 73-83.

Yuliani, K., Putri, P. H., Putri, E. B. P., & Amany, N. (2021). Literature Review: Dietary Diversity dan Status Gizi pada Siswa yang Mendapat Program Makan Siang dan Tidak Mendapat Makan Siang di Sekolah. Journal of Islamic Medicine, 5(1), 48-55.

Downloads

Published

2022-01-25