Pelatihan Quality Control Pengecatan Gram Untuk Meningkatkan Kemampuan Laboratorium Pada SMK Kesehatan Surabaya

Authors

  • Endah Prayekti Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia
  • Yauwan Tobing Lukiyono Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia
  • Ary Andini Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia
  • Thomas Sumarsono Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia
  • Marinda Dwi Puspitarini Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia
  • Ibrahim Dwi Waluyo Putra Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia
  • Husein Firdaus Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia
  • Devita Rahma Putri Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia

Keywords:

Pelatihan, Quality control, Pengecatan Gram, SMK Kesehatan

Abstract

Pengecatan gram merupakan Teknik rutin yang dilaksanakan pada laboratorium mikrobiologi. Penggunaan Teknik ini dilakukan dalam proses isolasi, identifikasi, hingga pemeliharaan kulturbakteri. Pembacaan hasil pengecatan gram dalam proses identifikasi akan sangat mempengaruhi keberlanjutan proses dan hasil akhir bakteri yang diidentifikasi. Seorang pemeriksa di laboratorium mikrobiologi harus memiliki kemampuan operasional dalam pengecatan gram, melakukan pemantapan mutu, dan memberikan penilaian terhadap penyimpangan pada proses teknis operasional. Jajak pendapat kepada lulusan siswa SMK Kesehatan yang melanjutkan jenjang Pendidikan ke tingkat diploma 4 Analis Kesehatan UNUSA, menunjukkan kurangnya pemahaman tentang Quality Control Pengecatan Gram. Selain itu, keterbatasan pemahaman juga disebabkan akses terhadap pembelajaran laboratorium sangat terbatas saat pandemi covid 19. Metode yang digunakan dalam pengebdian kepada masyarakat ini meliputi pemaparan materi mengenai Quality Control Pengecatan Gram, Praktik Pengecatan Gram di Laboratorium, dan melakukan evaluasi di akhir. Hasil pengamatan di lapangan, siswa yang mengikuti pelatihan pengecatan gram belum banyak terlatih untuk prosedur ini. Hal ini terjadi karena kurangnya pengalaman di laboratorium saat pandemi covid-19. 95,85% peserta menilai kegiatan ini sangat membantu mereka terutama pada sesi praktik di laboratorium. Evaluasi setelah magang menunjukkan bahwa sebanyak 73,9% peserta menjawab adanya manfaat yang diperoleh dari pelatihan untuk pelaksanaan magang. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat sangat membantu mitra dalam menyiapkan para siswanya untuk dapat memiliki kompetensi yang lebih baik lagi sebelum program magang dilakukan oleh mitra. 65,2% Siswa sebagai partisipan kegiatan ini menilai secara mandiri memiliki kemampuan diatas angka 6 dari maksimal
angka 10.

References

Asmuni. (2020). Jurnal Paedagogy : Jurnal Paedagogy : IkanJurnal Paedagogy: Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Pendid, 7(4), 281–288. https://ejournal.undikma.ac.id/index.php/pedagogy

Asril, C. M., Suburan, M. H., Renaldy, R., Teknik, F., Makassar, U. N., Makassar, U. N., Jasmani, P., Keolahragaan, F. I., Negeri, U., Kewarganegaraan, P., Sosial, F. I., & Makassar, U. N. (2021). Dampak Covid-19 Pada Pembelajaran Daring Terhadap Motivasi Belajar Siswa SMPN 1 Anggeraja. X, 312–319.

Cowan, S.T., Steel, K. . (1993). Cowan and Steel’s manual for identification of medical bacteria.

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. (2007). Standar Profesi Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan.

Prayekti, E., & Sumarsono, T. (2021). Variations in the incubation time of the Staphylococcus aureus, Bacillus sp and Escherichia coli cultures on the results of the gram stain visualization. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 819(1), 012075. https://doi.org/10.1088/1755-1315/819/1/012075

Yudhira, A. (2021). Efektivitas Pembelajaran Daring Pada Masa Pandemi Covid-19: Value, 2(1), 1–10. https://doi.org/10.36490/value.v2i1.177

Downloads

Published

2022-01-25