Edukasi Bahan Makanan Untuk Pencegahan Diabetes Mellitus Pada Ibu – Ibu PKK RT 05 RW 09, Surabaya

Authors

  • Rizki Nurmalya Kardina Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Surabaya, Indonesia
  • Farah Nuriannisa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Surabaya, Indonesia
  • Fildzah Karunia Putri Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Surabaya, Indonesia
  • Endah Budi Permana Putri Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Surabaya, Indonesia
  • Mia Puspitasari Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Surabaya, Indonesia
  • Rifda Alfiyanti Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Surabaya, Indonesia
  • Nyolanda Ramadany Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Surabaya, Indonesia

Keywords:

Edukasi Bahan Makanan, Diabetes Mellitus, Kadar Glukosa Darah, Ibu PKK

Abstract

Diabetes Mellitus adalah penyakit kronik progresif yang akan ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah (hiperglikemia) akibat penurunan fungsi sekresi atau penurunan fungsi sekresi insulin yang menjadi penyebab resistensi insulin. Pemberian antioksidan merupakan usaha menghambat produksi radikal bebas intraseluler atau meningkatkan kemampuan enzim pertahanan terhadap radikal bebas guna mencegah munculnya stres oksidatif dan komplikasi vaskuler terkait diabetes. Tujuan pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan tentang bahan makanan untuk pencegahan diabetes mellitus. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah edukasi bahan makanan diberikan melalui media poster dengan pemaparan materi dan booklet, pengukuran kadar glukosa darah. Hasil yang didapatkan dari pengabdian kepada masyarakat adalah dari 20 responden yang memiliki kadar glukosa darah > 200 mg/dl sebanyak 3 (15%) responden dan < 200 mg/dl sebanyak 17 (85%) responden. Pada penelitian sebelumnya antioksidan memiliki manfaat dapat mengurangi kerusakan oksidatif pada penderita diabetes. Berdasarkan hasil rata rata nilai pretest didapatkan hasil 26,5 dan hasil rata rata nilai posttest 91,9. Terjadi peningkatan hasil dan edukasi bahan makanan yang dapat mencegah diabetes mellitus. Pendidikan gizi adalah kegiatan dalam bidang kesehatan untuk membantu suatu masyarakat baik individu maupun kelompok yang berguna untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan mereka menuju masyarakat yang sehat dan bergizi. Kesimpulan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah terdapat 17 responden memiliki kadar glukosa dibawah normal dan terjadi peningkatan kemampuan responden yang terlihat dari hasil posttest yang telah diberikan kepada responden

References

American Diabetes Association. (2013). Diagnosis and Classification of Diabetes Mellitus. Diabetes Care (Vol. 36).

American Diabetes Association. (2018). Standard medical care in diabetes. Bajaj, S., & Khan, A. (2012). Antioksidant and Diabetes. India Journal of Endocrinology and Metabolism, 267–271a.

Bilious, R., & Donelly, R. (2015). Buku Pegangan Diabetes (4th ed.). Bumi Medika.

Ceriello, A., & Testa, R. (2009). Antioxidant Anti-Inflammatory Treatment in Type 2 Diabetes.

Kardina, R. N., Nuriannisa, F., Mutiarani, A. L., & Yuliani, K. (2021). Provision Of Vitamin C And Vitamin D Food Ingredients Against The Reduction Of Blood Glucose Levels In Diabetes Mellitus Type Ii Indicated Respondents. Journal of Health Community Service, 1, 49–54. https://doi.org/10.33086/jhcs.v1i2.2131

Leslie, K. O., & Wick, M. R. (2018). Practical Pulmonary Pathology: A Diagnostic Approach 3rd Edition.

Notoadmodjo, S. (2012). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Rineka cipta.

Rizki Nurmalya Kardina, Farah Nuriannisa, Ary Andini, & Anita. (2021). Hubungan Asupan Bahan Makanan Sumber Vitamin D dan Vitamin C Terhadap Penurunan Glukosa Darah Pada Responden Terindikasi Diabetes Mellitus Tipe II. Journal of Islamic Medicine, 5, 20–26. https://doi.org/10.18860/jim.v5i1.11433

Setiawan, B., & Suhartono, E. (2005). Stres Oksidatif dan Peran Antioksidan Pada Diabetes Mellitus.

Shahab, A. (2006). Komplikasi Kronik DM Penyakit Jantung Koroner. Dalam: Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam.

Sudargo, T., Freitag, H., Kusmayanti, N. A., & Rosiyani, F. (2018). Pola makan dan obesitas. UGM press.

WHO. (2014). Health for the World’s Adolescents: A Second Chance in the Second Decade. Geneva, World Health Organization Departemen of Noncommunicable disease surveillance

Downloads

Published

2022-01-25